Sekda Machiaveli Hadiri Musrembang Tingkat Kecamatan Di Aula Umpu Semenguk

Lampung (B+62) – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan. dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Way Kanan, Machiavelli Herman Tarmizi, S.STP., M.Si., pada pagi hari di Aula Kecamatan Umpu Semenguk guna mematangkan arah pembangunan daerah, Tahun Anggaran 2026, Senin (9/2/2026).

Dalam arahannya, Sekda menegaskan bahwa Musrenbang kecamatan merupakan tahapan krusial dalam siklus perencanaan pembangunan daerah. Forum ini tidak hanya menjadi agenda rutin tahunan, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan aspirasi masyarakat dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Way Kanan Periode 2025–2029.

Menurutnya, hasil pembahasan Musrenbang akan menjadi dasar penetapan usulan prioritas pembangunan yang akan dimasukkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Arah pembangunan tersebut disusun sejalan dengan visi daerah yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan ekonomi lokal yang ditopang oleh konektivitas infrastruktur serta layanan dasar yang berkelanjutan.

“Tema pembangunan Tahun 2027 adalah peningkatan kualitas SDM dan penguatan ekonomi lokal yang didukung infrastruktur dan layanan dasar. Ini harus menjadi benang merah dalam setiap usulan program di tingkat kecamatan,” ujar Machiavelli.

Sejalan dengan tema tersebut, Pemerintah Kabupaten Way Kanan telah menetapkan lima prioritas pembangunan daerah. Prioritas pertama berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pemerataan layanan pendidikan dan kesehatan, serta percepatan penurunan stunting secara terintegrasi. Prioritas kedua diarahkan pada penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal, termasuk hilirisasi produk pertanian dan pemberdayaan UMKM agar mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi.

Sementara itu, prioritas ketiga menitikberatkan pada peningkatan kualitas infrastruktur wilayah guna memperkuat konektivitas antar wilayah dan mendukung kelancaran distribusi hasil bumi. Prioritas keempat adalah penguatan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang akuntabel, inovatif, serta adaptif berbasis digital hingga ke tingkat kampung. Adapun prioritas kelima menekankan pentingnya pengelolaan lingkungan hidup secara berkelanjutan dengan tetap memperhatikan mitigasi risiko bencana.

Pada kesempatan tersebut, Sekda juga memaparkan evaluasi capaian pembangunan Kecamatan Umpu Semenguk berdasarkan Indeks Desa (ID) Tahun 2025. Dari hasil pemutakhiran data, rata-rata nilai Indeks Desa di kecamatan ini berada pada angka 73,07, masih di bawah rata-rata kabupaten yang mencapai 77,67.

Dari 14 kampung yang ada, dua kampung telah berstatus Mandiri, yakni Kampung Bumi Ratu dan Kampung Negeri Baru. Tujuh kampung berstatus Maju, sementara lima kampung lainnya masih berstatus Berkembang. Kampung Bumi Ratu mencatatkan nilai Indeks Desa tertinggi dengan skor 86,61, disusul Kampung Negeri Baru dengan skor 83,94. Kondisi ini, menurut Sekda, menjadi tantangan bersama agar kampung-kampung yang masih berkembang dapat terus didorong naik status.

Selain isu pembangunan, Sekda juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana, khususnya bencana hidrometeorologi. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan, seperti menjaga kebersihan dan fungsi drainase serta mengoptimalkan embung desa guna mengurangi risiko banjir.

“Pembangunan ekonomi harus berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan. Gerakan penghijauan dan penanaman pohon perlu terus digalakkan sebagai bentuk antisipasi perubahan iklim,” tegasnya.

Terkait kondisi keuangan daerah, Sekda mengungkapkan bahwa struktur pendapatan Kabupaten Way Kanan masih didominasi oleh pendapatan transfer yang mencapai sekitar 90 persen. Pada Tahun Anggaran 2026, pendapatan daerah mengalami penurunan sekitar Rp 164 miliar dibandingkan tahun sebelumnya akibat kebijakan efisiensi Transfer ke Daerah dari Pemerintah Pusat.

Meski menghadapi keterbatasan fiskal, Pemkab Way Kanan tetap memprioritaskan belanja wajib dan mengikat, termasuk belanja pegawai, sektor pendidikan dan kesehatan, Alokasi Dana Kampung, serta pemenuhan Standar Pelayanan Minimal. Pemerintah daerah juga terus berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan memperkuat sinergi dengan pemerintah provinsi dan pusat.

Musrenbang Kecamatan Umpu Semenguk dihadiri oleh unsur pimpinan DPRD dan anggota, jajaran perangkat daerah terkait, Camat dan Kepala Kampung se-Kecamatan Umpu Semenguk, Tim Penggerak PKK, Forum Anak Daerah, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat lainnya sebagai wujud partisipasi bersama dalam merancang pembangunan Way Kanan yang mandiri dan sejahtera.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *