Serang (B+62) — Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Lampung Selatan, Gandi Yusnadi, menegaskan bahwa Puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Kota Serang, Banten, Senin (9/2/2026), harus dimaknai sebagai tonggak konsolidasi pers nasional.
Menurutnya, perhelatan nasional yang dihadiri jajaran pejabat negara, pimpinan lembaga, kepala daerah, serta delegasi pers dalam dan luar negeri itu bukan sekadar seremoni, melainkan momentum strategis untuk memperkuat kualitas dan keberlanjutan ekosistem media Indonesia.
Gandi menilai, di tengah disrupsi digital, dominasi platform, dan perkembangan kecerdasan buatan, pers Indonesia membutuhkan penyelarasan visi: meningkatkan profesionalisme jurnalis, menjaga integritas pemberitaan, serta memastikan keberlanjutan bisnis media.
“Puncak HPN 2026 di Banten saya harapkan menjadi tonggak konsolidasi pers nasional, bukan hanya untuk bertahan, tetapi untuk maju. Pers harus semakin profesional, berintegritas, dan mampu menjaga keberlanjutan ekosistem medianya agar berkontribusi pada bangsa yang kuat dan berdaulat,” ujar Gandi.
Ia menekankan bahwa tantangan pers hari ini tidak lagi semata soal kebebasan, tetapi juga kualitas informasi, keberlanjutan industri media, serta kepercayaan publik. Tanpa media yang sehat secara etik dan ekonomi, ruang publik berisiko dikuasai disinformasi dan konten tidak akuntabel.
Gandi menilai tema HPN 2026, “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat,” relevan dengan kondisi pers di daerah. Menurutnya, penguatan media lokal dan peningkatan kompetensi jurnalis daerah harus menjadi bagian dari agenda nasional pasca-HPN.
“Daerah tidak boleh hanya menjadi penonton. Media lokal perlu diperkuat, kapasitas jurnalis ditingkatkan, dan kolaborasi antar media diperluas,” katanya.
Ia berharap hasil HPN 2026 tidak berhenti pada pernyataan simbolik, tetapi melahirkan langkah konkret untuk memperbaiki kualitas jurnalisme, memperkuat keberlanjutan industri media, serta membangun ekosistem pers yang lebih sehat dan berdaya saing.












