Beritaplus62.co.id – Dalam upaya mempercepat eliminasi Tuberkulosis (TBC), UPT Puskesmas Segala Mider menghadirkan inovasi BELI DAHAK (Berantas TB Melibatkan Masyarakat, Dapatkan Hasil Cepat, Kendalikan Penularan), Inovasi ini menjadi salah satu strategi aktif dalam meningkatkan penemuan kasus TBC sekaligus memutus rantai penularan di masyarakat.
Tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan yang memerlukan perhatian serius,keterlambatan diagnosis sering terjadi akibat keterbatasan akses layanan kesehatan, kurangnya pengetahuan masyarakat, serta stigma terhadap penyakit TBC,kondisi tersebut menyebabkan penularan terus berlangsung, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Melalui inovasi BELI DAHAK, Puskesmas Segala Mider melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari kader kesehatan, tokoh masyarakat, hingga keluarga pasien dalam proses penemuan kasus secara aktif,kader yang telah mendapatkan pelatihan melakukan penjaringan terhadap warga yang memiliki gejala TBC, seperti batuk berdahak selama dua minggu atau lebih, penurunan berat badan, berkeringat pada malam hari, dan gejala lainnya.
Keberhasilan program ini juga didukung oleh kolaborasi lintas sektor melalui koordinasi bersama kecamatan, kelurahan, Dinas Kesehatan, kepala lingkungan, ketua RT, kader kesehatan, serta tokoh agama,sinergi tersebut memperkuat upaya penemuan kasus dan edukasi kepada masyarakat.
Salah satu keunggulan inovasi BELI DAHAK adalah pelayanan jemput dahak langsung ke rumah warga. Masyarakat yang dicurigai mengalami TBC tidak perlu datang ke puskesmas untuk menyerahkan sampel dahak.
Kader kesehatan memberikan edukasi mengenai cara pengambilan dahak yang benar, membagikan pot dahak, kemudian menjemput sampel dari rumah warga untuk selanjutnya diperiksa di laboratorium puskesmas.
Kepala UPT Puskesmas Segala Mider menyampaikan bahwa inovasi ini bertujuan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat sehingga tidak ada lagi hambatan dalam pemeriksaan TBC.
“Melalui BELI DAHAK, kami ingin memastikan setiap warga yang memiliki gejala TBC dapat segera diperiksa tanpa terkendala jarak, waktu, maupun biaya transportasi,semakin cepat ditemukan, semakin cepat pula pengobatan dapat dimulai sehingga risiko penularan dapat ditekan,” ujarnya.
Selain layanan jemput dahak, kader kesehatan juga berperan dalam memantau kepatuhan minum obat pasien TBC, memberikan edukasi kepada keluarga, serta mengajak kontak serumah untuk menjalani pemeriksaan,pendekatan berbasis masyarakat ini terbukti mampu meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya deteksi dini dan pengobatan TBC hingga tuntas.
Sejak diterapkan, inovasi BELI DAHAK menunjukkan hasil yang positif. Jumlah suspek TBC yang menjalani pemeriksaan meningkat, cakupan penemuan kasus menjadi lebih baik, dan partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan serta pengendalian TBC semakin tinggi,kolaborasi antara tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini.
Ke depan, UPT Puskesmas Segala Mider akan terus mengembangkan inovasi BELI DAHAK melalui penguatan kapasitas kader, perluasan jejaring kemitraan, serta pemanfaatan teknologi informasi untuk pemantauan pasien.
Dengan semangat gotong royong dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, target eliminasi TBC di Indonesia diharapkan dapat tercapai sesuai dengan target yang telah dicanangkan pemerintah.
Jemput Dahaknya, Temukan Kasusnya, Obati Sampai Tuntas, Wujudkan Indonesia Bebas TBC.
(JML)












