Puskesmas Sukabumi Gelar Penemuan Kasus TBC Terintegrasi CKG di Kelurahan Nusantara

Beritaplus62.co.id — UPT Puskesmas Sukabumi, Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, terus memperkuat upaya penemuan kasus Tuberkulosis (TBC) melalui kegiatan skrining yang terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di wilayah kerja Puskesmas Sukabumi.

Kali ini, kegiatan penemuan kasus TBC terintegrasi CKG dilaksanakan di Kelurahan Nusantara Permai, Kecamatan Sukabumi, Bandar Lampung.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya deteksi dini terhadap masyarakat yang memiliki risiko terpapar TBC, sekaligus memberikan akses pemeriksaan kesehatan secara gratis kepada masyarakat.

Wilayah Kelurahan Nusantara Permai merupakan salah satu wilayah binaan UPT Puskesmas Sukabumi. Selain Nusantara Permai, wilayah kerja Puskesmas Sukabumi juga mencakup Kelurahan Sukabumi dan Sukabumi Indah.

Kepala UPT Puskesmas Sukabumi, dr. Dian Vitria, mengatakan integrasi penemuan kasus TBC dengan CKG menjadi langkah penting untuk memperluas jangkauan pemeriksaan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini kami ingin menjangkau masyarakat yang memiliki risiko maupun kontak erat dengan pasien TBC. Dengan pemeriksaan lebih awal, apabila ditemukan indikasi dapat segera dilakukan pemeriksaan dan tindak lanjut,” ujar dr. Dian.

Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan skrining terhadap warga dengan memperhatikan faktor risiko maupun gejala yang mengarah pada TBC.

Sasaran penemuan kasus antara lain kontak serumah atau kontak erat pasien TBC, masyarakat dengan kondisi yang meningkatkan risiko, serta warga yang mengalami gejala seperti batuk berkepanjangan, penurunan berat badan, demam, berkeringat pada malam hari maupun keluhan lain yang perlu mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Sebelumnya, Puskesmas Sukabumi juga telah mengintegrasikan kegiatan penemuan kasus TBC dengan CKG di Kelurahan Sukabumi Indah. Kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan cakupan penemuan kasus secara aktif sehingga masyarakat yang terindikasi dapat segera memperoleh penanganan.

Program tersebut sejalan dengan penguatan penanggulangan TBC di Kota Bandar Lampung. Kementerian Kesehatan sebelumnya mendorong pemeriksaan anggota keluarga dan kontak erat pasien TBC melalui CKG sebagai bagian dari upaya memutus rantai penularan.

dr. Dian menambahkan, keberhasilan penanggulangan TBC tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat.

Masyarakat yang memiliki gejala maupun riwayat kontak dengan pasien TBC diimbau tidak takut untuk memeriksakan diri. Penemuan kasus sedini mungkin memungkinkan pasien mendapatkan pengobatan sesuai standar sekaligus mencegah penularan kepada anggota keluarga dan lingkungan sekitar.

Catatan:Kalau Anda punya data hasil kegiatan di Kelurahan Nusantara (jumlah warga diperiksa, jumlah terduga TBC, berapa yang positif/ditemukan, pemeriksaan rontgen atau sputum, serta nama lurah/kader yang terlibat), saya bisa masukkan sehingga beritanya menjadi lebih kuat dan spesifik.

(JML)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *