IWAPI Lampung Rayakan HUT ke-51, Luncurkan KUR Khusus Perempuan Pengusaha demi Indonesia Emas 2045

Bandar Lampung (B+62) — Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Provinsi Lampung memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-51 dengan mengusung tema “Memperkuat Fondasi Transformasi Digital Ekonomi Perempuan melalui Sinergi Lintas Sektor Menuju Indonesia Emas 2045.” Kegiatan berlangsung di Gedung Balai Keratun, Ruang Abung, Provinsi Lampung, Selasa (10/2/2026).

Peringatan HUT kali ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga diisi dengan peluncuran program strategis berupa akses permodalan Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus bagi anggota dan UMKM binaan IWAPI sebagai upaya penguatan ekonomi perempuan di daerah.

Ketua Umum IWAPI, Dr. Hj. Armalia Reni Madrie A.S., S.P., M.M, mengatakan usia ke-51 menjadi momentum refleksi sekaligus pijakan organisasi untuk memperluas manfaat nyata bagi anggota.

“Dengan bertambahnya usia IWAPI, manfaatnya harus benar-benar dirasakan anggota. Tahun lalu di usia ke-50 kita menjalankan program nasional, dan tahun ini kita meluncurkan peminjaman KUR khusus bagi anggota dan binaan IWAPI,” ujarnya.

Menurut Armalia, program KUR tersebut memberikan akses pembiayaan hingga maksimal Rp100 juta tanpa agunan. Skema ini diperuntukkan bagi pengurus, anggota, dan UMKM binaan IWAPI, termasuk pelaku usaha yang masih memiliki pinjaman aktif sebelumnya.

“Yang masih punya pinjaman tetap boleh mengajukan, dengan mekanisme penutupan sesuai sistem perbankan. Ini menjadi kado ulang tahun IWAPI bagi perempuan pengusaha,” tegasnya.

Ia menjelaskan, program permodalan ini masih bersifat internal dan belum dibuka untuk masyarakat umum karena menggunakan sistem kolektif berbasis keanggotaan IWAPI.

Armalia juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam penguatan ekonomi perempuan, mulai dari pemerintah daerah, BUMN, perbankan, perguruan tinggi, hingga masyarakat sipil.

“IWAPI adalah mitra strategis pemerintah daerah. Dinas Koperasi dan UMKM, Perindustrian, Perdagangan hingga Pariwisata menjadi penasehat kami.

Program daerah kami integrasikan dengan binaan IWAPI, termasuk pelatihan dan peningkatan kapasitas UMKM perempuan,” jelasnya.

Terkait teknis pengajuan KUR, IWAPI telah bekerja sama dengan Bank BRI melalui tautan khusus. Anggota dan binaan cukup mengisi data melalui link tersebut untuk kemudian diverifikasi pihak perbankan.

Persyaratan pengajuan meliputi usaha berjalan minimal dua tahun, memiliki usaha yang jelas, surat keterangan usaha, KTP, Kartu Keluarga, surat keterangan suami-istri, serta alamat usaha.

“Karena ini program kolektif IWAPI, seleksinya ketat. Jangan sampai ada permodalan tapi usahanya tidak berjalan. Nama IWAPI Lampung menjadi tanggung jawab moral kami,” katanya.

IWAPI juga membuka kesempatan bagi perempuan pelaku usaha untuk bergabung menjadi anggota.

“Syaratnya perempuan dan memiliki usaha, meskipun masih kecil. Jual keripik atau peyek pun bisa, meski belum punya NIB tidak masalah. Nanti akan kita seleksi, bina, dan beri akses,” pungkas Armalia.

Melalui peringatan HUT ke-51 ini, IWAPI Lampung menegaskan komitmennya sebagai motor penggerak ekonomi perempuan yang adaptif terhadap transformasi digital, inklusif, dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *