komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dan Pertamina Sumbagsel untuk mengatasi antrean panjang BBM dan Kelangkaan LPG, dengan rincian kuota subsidi dan rencana peningkatan distribusi

Lampung (B+62) – Pertamina Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) Berkomitmen mengatasi adanya antrian panjang serta penyaluran distribusi Bahan Bakar Minyak dan Liquefied Petroleum Gas (LPG).

Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Mulyadi Irsan, menyampaikan pihaknya telah berkomitmen bersama Pertamina Sumbagsel untuk mengatasi masalah penyaluran Gas LPG dan distribusi BBM sehingga bisa memberikan pelayanan dengan semaksimal mungkin,selasa(9/12/25).

“Pemprov bersama Pertamina berdiskusi dimna akhir-akhir terlihat banyaknya antrian panjang dibeberapa SPBU, untuk itu pemprov bersama Pertamina berdiskusikan agar kondisi ini tidak terjadi lagi, sehingga pemerintah bisa memberikan layanan kepada masyarakat dengan sebaiknya,” Ujar Mulyadi

Mulyadi menjelaskan, provinsi Lampung mendapatkan Kouta subsidi jenis solar, 730.765 Km, yang baru terealisasi 89,91 persen, hingga kini masih tersisa 10 persen yang diperkirakan cukup sampai akhir tahun 2025.

“Tadi disimpulkan dari Pertamina untuk kita di provinsi Lampung dapat Kouta 2025 bio solar 730.765KM, dan sampai November 2025 89,91persen realisasinya masih sisa kurang lebih tersisa 10 persen sampai akhir Desember.” Katanya.

Ia mengatakan kebutuhan Subsidi Jenis Solar diprovinsi Lampung saat ini meningkat, sehingga pemprov mengusulkan peningkatan terhadap distribusi tersebut.

“Namun kita Kualifikasi kebutuhan di bulan Desember meningkat yang biasanya perhari 2100 KL, itu kita usulkan ditingkatkan menjadi 2450 KL, ini untuk bio solar bersubsidi,” ucapnya

Mulyadi juga menambahkan, Kouta subsidi pertalite di provinsi Lampung, hingga saat ini masih tersisa 15 persen yang dialokasikan sampai akhir Desember 2025.

“Kouta pertalite Lampung tahun 2025, 748,883 Liter sudah terealisasi 8,3 persen kurang lebih masih ada 15 persen yang dialokasikan sampai akhir Desember.” tambahnya

Selain itu, Mulyadi mengharapkan, untuk kebutuhan distribusi BBM bersubsidi yang tersisa, bisa tercukupi sampai akhir tahun sehingga keadaan berjalan dengan aman.

“Untuk LPG 3kg dari alokasi 217836 Mp sudah beralokasi 8,9 persen masih tinggal 10persen, jadi ketiga BBM dan LPG diharapkan bisa memenuhi kebutuhan sampai akhir Desember dalam keadaan aman.” Tambahnya.

Pemprov Lampung, bersama Pertamina, melihat kebutuhan dex yang meningkat di Lampung, sehingga akan memberikan Kouta tambahan yang diharapkan bisa memberikan kelancaran dan kemudahan dalam penyaluran distribusi tersebut.

“Tadi sudah dijelaskan dari pihak Pertamina termasuk kebutuhan dex yang tinggi akhir-akhir ini, besok tanggal 11 akan di suplai oleh Pertamina semoga bisa menjawab hingga terjadinya kelancaran antrian dibeberapa SPBU.” Ucapnya

Ia juga menyampaikan, banyaknya antrian panjang yang terjadi di beberapa SPBU tersebut, dikarenakan Kouta subsidi yang memang dibatasi oleh Pertamina, sehingga terjadi antrian panjang.

“Kenapa terjadi antrian, kerena memang fenomenanya SPBU ini dibatasi Kouta dan distribusinya oleh Pertamina,” Jelas Mulyadi

Mulyadi juga menambahkan, Pemprov Lampung akan mempersiapkan pengawasan yang sedang berjalan, dan tidak terlepas dari dukungan, Aparat terhadap pengawasan, untuk menjamin penyaluran distribusi secara tepat sasaran.

“Kami akan menyiapkan pengawasan yang sudah berjalan saat ini, akan kita tambah lagi dukungan dari aparat terhadap pengawasan distribusi BBM dan LPG di lapangan sehingga dirasakan lebih efektif dan tidak terlepas dukungan dari steak holder yang ada. Sehingga kendali distribusi BBM dan LPG bisa tepat sasaran dan berjalan dengan baik,” Pungkasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *