Arus Mudik Lebaran 2026 di Lampung Tembus 1,39 Juta Penumpang, Transportasi Terintegrasi Berjalan Mulus

Bandar Lampung (B+62) – Penyelenggaraan arus mudik dan balik Lebaran 2026 di Provinsi Lampung berlangsung lancar, aman, dan terkendali. Selama periode H-7 hingga H+7, total pergerakan penumpang tercatat mencapai 1.393.405 orang, meningkat 5,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan ini mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat sekaligus menunjukkan kesiapan infrastruktur dan sistem transportasi di Lampung yang semakin matang dalam melayani pergerakan skala besar. Seluruh moda transportasi—darat, laut, dan udara—terlihat bergerak efektif dan saling terintegrasi.

Pelabuhan Bakauheni kembali menjadi tulang punggung arus penyeberangan Sumatera–Jawa. Selama masa angkutan Lebaran, pelabuhan ini melayani 1.181.183 penumpang atau meningkat 6 persen dibanding tahun lalu. Selain itu, sebanyak 275.479 kendaraan berhasil diseberangkan, juga naik 6 persen. Aktivitas pelayaran didukung oleh 699 kapal yang beroperasi dengan total 2.216 trip perjalanan, masing-masing meningkat 8 persen dan 12 persen.

Puncak arus mudik dan balik dapat diantisipasi dengan baik tanpa gangguan berarti. Operasional pelabuhan yang berlangsung selama 24 jam serta kondisi cuaca yang relatif kondusif menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran arus penyeberangan.

Tidak hanya terpusat di Bakauheni, distribusi penumpang juga semakin merata berkat optimalisasi pelabuhan alternatif. Pelabuhan Bandar Bakau Jaya mencatat lonjakan signifikan dengan melayani 14.243 penumpang, meningkat hingga 46,87 persen. Sementara itu, Pelabuhan Wika Beton tetap berperan sebagai pelabuhan pendukung strategis dalam mengurai kepadatan.

Di sektor transportasi darat, jalan tol menjadi pilihan utama masyarakat. Tol Bakauheni–Terbanggi Besar melayani 862.338 kendaraan selama periode Lebaran. Sementara ruas Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung juga mencatat pergerakan ratusan ribu kendaraan, memperkuat konektivitas antarwilayah di Sumatera.

Angkutan umum berbasis darat turut menunjukkan kinerja positif. Terminal Rajabasa mencatat 67.455 penumpang atau meningkat 35,2 persen, dengan total 4.133 bus yang beroperasi. Layanan angkutan DAMRI juga mengalami peningkatan dengan jumlah penumpang mencapai 60.701 orang, menandakan semakin tingginya minat masyarakat terhadap transportasi massal.

Di sektor udara, Bandara Radin Inten II mencatat pertumbuhan signifikan dengan melayani 79.837 penumpang, meningkat 20,8 persen dibanding tahun sebelumnya. Sebanyak 520 penerbangan tercatat selama periode ini, termasuk penerbangan tambahan (extra flight) untuk mengakomodasi lonjakan permintaan.

Sementara itu, moda kereta api tetap menjadi bagian penting dalam sistem transportasi terintegrasi. Stasiun Tanjung Karang berperan dalam melengkapi pilihan perjalanan masyarakat, terutama untuk mobilitas dalam wilayah Sumatera.

Dari sisi keamanan, situasi lalu lintas selama masa Lebaran terpantau kondusif. Data dari Polda Lampung menunjukkan bahwa pengamanan, rekayasa lalu lintas, serta koordinasi lintas instansi berjalan efektif dalam mengendalikan arus kendaraan di tengah peningkatan mobilitas.

Keberhasilan penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 ini menegaskan bahwa Lampung semakin kokoh sebagai simpul transportasi nasional. Mobilitas masyarakat meningkat secara sehat, infrastruktur bekerja optimal, serta koordinasi antar moda kian solid.

Dengan capaian tersebut, Lampung tidak hanya berperan sebagai daerah lintasan, tetapi juga menjadi contoh keberhasilan pengelolaan arus transportasi skala nasional yang efektif, aman, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *