Beritaplus62.co.id — Calon Rektor Universitas Lampung (Unila) periode 2027–2031, Dr. Budiyono, S.H., M.H., memaparkan visi strategis bertajuk Unila Go Beyond Achievement dalam kegiatan sosialisasi calon rektor yang berlangsung di Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, Kamis (22/10/2026).
Visi tersebut diarahkan untuk mendorong Unila menjadi perguruan tinggi yang unggul, berkarakter, inovatif, serta memiliki daya saing dan kontribusi di tingkat global.
Dalam pemaparannya, Budiyono menekankan pentingnya pembenahan tata kelola, peningkatan mutu akademik, penguatan riset dan inovasi, serta perluasan jejaring internasional sebagai bagian dari strategi pengembangan universitas ke depan.
Mengusung semangat “Melampaui Standar, Memperluas Dampak, Mengangkat Reputasi”, visi Unila Go Beyond Achievement bertumpu pada tiga nilai utama, yakni Beyond Boundaries, Beyond Impact, dan Beyond Recognition.
Ketiga nilai tersebut menjadi landasan untuk mendorong Unila tidak hanya berkembang secara kelembagaan, tetapi juga menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat, dunia usaha, dan pembangunan daerah.
Beyond Boundaries menekankan keberanian untuk melampaui batas pemikiran dan pola kerja lama. Sementara itu, Beyond Impact berorientasi pada kontribusi nyata perguruan tinggi bagi masyarakat, sedangkan Beyond Recognition diarahkan pada penguatan kepercayaan publik dan reputasi akademik di tingkat internasional.
Dalam kesempatan tersebut, Budiyono memaparkan delapan misi strategis yang mencakup tata kelola universitas, internasionalisasi pendidikan, peningkatan kualitas lulusan, penguatan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan kemitraan, transformasi digital, serta peningkatan reputasi global.
Tata Kelola dan Mutu Akademik Jadi Fondasi
Pada aspek tata kelola, Budiyono menempatkan transparansi, akuntabilitas, responsivitas, independensi, dan keadilan sebagai prinsip dasar pengembangan universitas.
Reformasi birokrasi serta pembangunan lingkungan kampus yang inklusif dan berkelanjutan juga menjadi bagian dari arah kebijakan yang ditawarkan.
Di bidang akademik, internasionalisasi kurikulum, pembelajaran, dan penelitian diproyeksikan untuk memperkuat daya saing Unila. Peningkatan kapasitas dosen dan tenaga kependidikan turut menjadi perhatian guna memastikan proses pendidikan mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan dunia kerja.
Budiyono juga menyoroti pentingnya menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga berkarakter, berintegritas, berprestasi, dan mampu bersaing di tingkat global.
Menurut gagasan yang dipaparkannya, pengembangan pendidikan tinggi perlu diiringi dengan perluasan peluang kerja bagi lulusan serta peningkatan mobilitas internasional melalui jejaring pendidikan dan dunia profesional.
Riset dan Inovasi Didorong Memberikan Dampak Nyata
Pada sektor penelitian, penguatan ekosistem riset, peningkatan publikasi ilmiah, dan hilirisasi hasil penelitian menjadi bagian dari strategi pengembangan yang ditawarkan Budiyono.
Riset berbasis potensi daerah juga dinilai penting agar keunggulan akademik Unila dapat berkontribusi langsung dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat dan mendukung pembangunan Lampung.
Sementara itu, pengabdian kepada masyarakat diarahkan pada pemanfaatan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi untuk mendorong pemberdayaan masyarakat.
Pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), penguatan ekonomi lokal, serta keberlanjutan lingkungan menjadi sejumlah aspek yang masuk dalam agenda tersebut.
Untuk mendukung pelaksanaannya, Budiyono turut menekankan pentingnya membangun kemitraan strategis dengan pemerintah, dunia usaha, dunia industri, dan alumni. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Di tengah perkembangan teknologi, transformasi digital juga menjadi salah satu agenda yang ditawarkan. Optimalisasi pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan (*artificial intelligence*/AI), pengembangan kewirausahaan, inkubasi bisnis, serta penciptaan produk inovasi berbasis riset diproyeksikan untuk membangun ekosistem kampus yang adaptif dan produktif.
Internasionalisasi untuk Memperkuat Reputasi Unila
Penguatan reputasi internasional menjadi bagian lain dari visi Unila Go Beyond Achievement. Upaya tersebut direncanakan melalui peningkatan mobilitas akademik, publikasi ilmiah pada tingkat global, serta perluasan kemitraan dengan perguruan tinggi dan institusi luar negeri.
Internasionalisasi dalam gagasan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai perluasan hubungan kerja sama, tetapi juga sebagai upaya meningkatkan mutu akademik, memperluas pertukaran pengetahuan, dan memperkuat pengakuan terhadap kontribusi ilmiah sivitas akademika Unila.
Dengan delapan misi strategis yang dipaparkan, Budiyono menawarkan arah pengembangan universitas yang mengintegrasikan tata kelola yang baik, peningkatan kualitas pendidikan, produktivitas riset, penguatan inovasi, dan dampak sosial.
Dalam pemaparannya, Budiyono menegaskan bahwa kemajuan universitas membutuhkan keterlibatan seluruh unsur kampus, bukan hanya bergantung pada kepemimpinan rektor.
“Masa depan Unila tidak dibangun oleh satu orang, melainkan dibangun oleh gerak bersama. Go Beyond bukan sekadar slogan, melainkan semangat untuk memajukan Universitas Lampung menuju universitas inovatif yang berdampak bagi masyarakat luas,” ujar Budiyono.
Ia juga mengajak sivitas akademika, alumni, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi serta mengambil bagian dalam mendorong kemajuan Universitas Lampung.
Program dan Target Jadi Tantangan Implementasi
Pemaparan visi dan misi dalam tahapan sosialisasi calon rektor menjadi salah satu ruang bagi sivitas akademika untuk mencermati arah kepemimpinan yang ditawarkan setiap kandidat.
Dalam konteks tersebut, gagasan Unila Go Beyond Achievement tidak hanya dapat dinilai dari visi besar yang diusung, tetapi juga dari kejelasan program prioritas, strategi pelaksanaan, target capaian, serta indikator keberhasilan yang akan digunakan.
Tantangan berikutnya adalah memastikan setiap misi dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang terukur dan berkelanjutan.
Peningkatan reputasi internasional, misalnya, perlu berjalan beriringan dengan peningkatan mutu pembelajaran, produktivitas penelitian, integritas tata kelola, serta kesejahteraan sivitas akademika.
Selain itu, kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan daerah dan penyelesaian persoalan masyarakat juga menjadi aspek penting dalam mengukur keberhasilan pengembangan universitas.
Melalui visi Unila Go Beyond Achievement, Budiyono menawarkan gagasan untuk membawa Universitas Lampung melampaui capaian yang telah diraih, memperluas dampak keilmuan, dan memperkuat reputasi akademik.
Namun, realisasi visi tersebut nantinya akan bergantung pada konsistensi pelaksanaan program, dukungan seluruh unsur kampus, serta kemampuan universitas menunjukkan hasil yang nyata bagi masyarakat, Indonesia, dan dunia.












