Beritaplus62.co.id – Anggota DPR RI asal Lampung, Aprozi Alam, mengingatkan agar penanganan tindak kriminal tidak disertai pelabelan terhadap daerah asal pelaku. Menurutnya, setiap kejahatan merupakan tanggung jawab individu sehingga tidak tepat jika identitas suatu daerah digeneralisasi.
Pernyataan tersebut disampaikan Aprozi menanggapi pernyataan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang menyebut mayoritas pelaku begal yang diamankan di Jawa Barat berasal dari Lampung berdasarkan informasi aparat kepolisian.
Aprozi menilai, penyampaian identitas daerah dalam konteks kejahatan berpotensi menimbulkan stigma negatif terhadap masyarakat yang tidak memiliki keterkaitan dengan tindak pidana tersebut.
“Yang harus dipertanggungjawabkan adalah perbuatan pelakunya, bukan daerah asalnya. Jangan sampai masyarakat luas memberikan penilaian buruk kepada seluruh warga hanya karena ulah segelintir orang,” kata Aprozi, Kamis (30/7/2026).
Ia menegaskan bahwa kejahatan dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kondisi sosial, ekonomi, hingga pilihan pribadi seseorang. Karena itu, penyelesaiannya harus dilakukan melalui penegakan hukum yang tegas tanpa membangun opini yang dapat merugikan masyarakat dari suatu daerah.
Menurut Aprozi, masyarakat Lampung selama ini dikenal menjunjung tinggi nilai kebersamaan, kerja keras, dan kehormatan sebagaimana tercermin dalam falsafah Piil Pesenggiri. Nilai tersebut, kata dia, menjadi pedoman masyarakat dalam menjaga nama baik daerah.
Ia juga mengingatkan bahwa hubungan masyarakat Lampung dan Jawa Barat telah terjalin erat selama bertahun-tahun. Banyak warga Lampung yang tinggal dan bekerja di Jawa Barat sebagai pedagang, tenaga profesional, pegawai, maupun pelaku usaha yang memberikan kontribusi positif.
“Jangan sampai muncul stigma yang justru berdampak kepada masyarakat Lampung yang selama ini hidup, bekerja, dan berkontribusi dengan baik di daerah lain,” ujarnya.
Sebagai anggota DPR RI, Aprozi berharap seluruh pemimpin daerah mengedepankan narasi yang menyejukkan serta memperkuat kerja sama lintas daerah dalam memberantas kejahatan.
“Fokus kita seharusnya memperkuat sinergi aparat penegak hukum dan memperbaiki sistem keamanan. Kejahatan harus diperangi bersama tanpa memberi label pada daerah tertentu,” tegasnya.
Di akhir keterangannya, Aprozi mengajak masyarakat Lampung untuk tetap menjaga nama baik daerah melalui prestasi, etos kerja, dan sikap yang santun serta tidak terpancing oleh stigma yang berkembang di ruang publik.
(Red)
