Calon Peserta Didik SMAN 1 Ngelamun Akibat Sistem SPMB Online Eror, Diduga Sistem Abal-abal 

Beritaplus62.co.id – Pelaksanaan tes ujian penerimaan siswa baru melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Online di SMAN 1 Blambangan Umpu, Kecamatan Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan, pada Selasa (09/06/2026), dikeluhkan oleh sejumlah calon siswa akibat gangguan sistem yang diduga mengalami error saat proses login.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, para peserta ujian telah diwajibkan hadir 30 menit sebelum pelaksanaan tes dimulai. Sesuai jadwal yang telah ditetapkan, ujian berlangsung mulai pukul 13.30 WIB hingga 16.30 WIB. Namun, hingga sekitar pukul 16.00 WIB, masih banyak calon siswa yang belum dapat mengakses sistem ujian karena terkendala login pada tautan yang telah disediakan.

Sistem ini dinyatakan oleh pihak guru bahwa ada kendala sistem dari provinsi lampung, yang disampaikan oleh pihak guru saat anak-anak siswa baru dikumpulkan di lapangan sekolah

Akibat gangguan tersebut, para peserta mengaku merasa dirugikan karena waktu yang seharusnya digunakan untuk mengerjakan soal justru habis menunggu sistem dapat diakses. Kondisi ini juga dinilai mengganggu fokus dan konsentrasi peserta yang telah mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian secara maksimal.

Salah seorang calon siswa mengungkapkan kekecewaannya terhadap kendala yang terjadi selama pelaksanaan tes.

“Kami sudah datang lebih awal sesuai arahan sekolah. Tapi saat mau masuk ke sistem, tidak bisa login. Kami terus mencoba berulang kali, sementara waktu ujian terus berjalan. Ini membuat kami panik dan kehilangan fokus,” ujarnya.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh sejumlah orang tua peserta. Mereka menilai gangguan teknis tersebut sangat disayangkan, terlebih bagi siswa yang berasal dari wilayah yang cukup jauh dari lokasi ujian.

“Banyak siswa yang datang dari kampung atau kecamatan yang jaraknya cukup jauh. Mereka sudah berangkat sejak siang bahkan ada yang ditemani orang tuanya. Kalau sampai berjam-jam menunggu karena sistem bermasalah, tentu sangat merugikan,” kata salah seorang wali murid.

Para peserta berharap pihak penyelenggara dapat memberikan solusi yang adil bagi seluruh calon siswa yang terdampak gangguan sistem. Mereka juga meminta agar kendala teknis tersebut dievaluasi secara menyeluruh sehingga tidak kembali terjadi pada tahapan seleksi berikutnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah maupun instansi terkait mengenai penyebab pasti gangguan sistem yang menyebabkan banyak peserta belum dapat mengikuti ujian online sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Peristiwa ini menjadi perhatian karena pelaksanaan SPMB berbasis digital seharusnya dapat mempermudah proses seleksi, namun apabila tidak didukung kesiapan sistem yang memadai justru berpotensi menimbulkan keresahan dan ketidakpastian bagi para calon peserta didik yang tengah berjuang melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *