Beritaplus62.co.id — Dinas Pendidikan Provinsi Lampung melalui Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Provinsi Lampung menyalurkan bantuan kepada tiga siswa SMA yang menjadi korban musibah kebakaran hingga rumah mereka ludes terbakar.
Bantuan masing-masing sebesar Rp30 juta diberikan kepada siswa korban kebakaran di Kabupaten Tanggamus, Way Kanan, dan Pesisir Barat. Bantuan tersebut berasal dari hasil donasi yang dihimpun dari siswa SMA se-Provinsi Lampung sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap sesama peserta didik yang tengah mengalami musibah.
Ketua MKKS SMA Provinsi Lampung, Suharto, yang juga merupakan Kepala SMA Negeri 1 Bandar Lampung, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian keluarga besar pendidikan di Provinsi Lampung.
“Untuk tiga kabupaten yang siswanya mendapat musibah kebakaran dan rumahnya ludes, masing-masing kita bantu Rp30 juta. Bantuan ini berasal dari hasil donasi siswa SMA se-Provinsi Lampung,” kata Suharto.
Selain bantuan dari MKKS SMA Provinsi Lampung, MKKS SMA di masing-masing kabupaten juga memberikan bantuan secara langsung. Nilainya rata-rata sekitar Rp.5 sampai Rp8 juta untuk masing-masing siswa yang terdampak.
Di Kabupaten Tanggamus, bantuan diberikan kepada Tri Lestari, siswa kelas XII.E SMAN 1 Kotaagung, yang menjadi korban musibah kebakaran.
Kemudian di Kabupaten Way Kanan, bantuan diberikan kepada Andini, siswa SMA Negeri 1 Baradatu. Rumah Andini yang berada di Banjar Ratu, Kecamatan Gunung Labuhan, Kabupaten Way Kanan, mengalami kebakaran pada 5 Agustus 2026.
Sementara di Kabupaten Pesisir Barat, bantuan diberikan kepada Nurul Askia, siswa kelas XII SMA Negeri 1 Pesisir Tengah. Nurul berasal dari Pekon Pajar Bulan, Kecamatan Way Krui, Kabupaten Pesisir Barat.
Suharto mengatakan, bantuan yang diberikan tidak hanya dimaksudkan untuk membantu meringankan beban materi keluarga korban, tetapi juga menjadi bentuk dukungan moral agar para siswa tetap memiliki semangat untuk melanjutkan pendidikan di tengah kondisi sulit yang mereka hadapi.
Menurutnya, gerakan donasi tersebut menunjukkan adanya kepedulian dan solidaritas yang kuat di lingkungan SMA se-Provinsi Lampung. Para siswa tidak hanya didorong untuk berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial terhadap sesama.
“Ini adalah bentuk kepedulian kita bersama. Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban siswa dan keluarganya yang terkena musibah,” ujar Suharto.
Melalui bantuan tersebut, Dinas Pendidikan Provinsi Lampung bersama MKKS SMA berharap para siswa yang menjadi korban kebakaran dapat segera bangkit dan kembali menjalankan aktivitas pendidikan dengan baik.
Solidaritas tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pembelajaran, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian, gotong royong, dan kemanusiaan kepada para peserta didik.
(Red)
