Lampung (B+62) – Deretan parkir mobil Truck disepanjang jalan diareal persawahan Kecamatan Mesuji Timur Kabupaten Mesuji menjadi pemandangan biasa saat musim panen tiba.
Bukan tampa alasan mobil-mobil yang “rata-rata” berasal dari luar daerah berjajar rapi di tepi jalan Kawasan transmigrasi yang memiliki ikon Kota Terpadu Mandiri(KTM) tersebut.
Kehadiran puluhan Truck pengangkut ini diketahui, menunggu antrian muatan padi miliki masyarakat setempat untuk di antar ke juragan Gabah(sebutan lain dari padi-red) di luar Kabupaten Mesuji
“ya macem-macem mas, ada yang dikirim ke Pringsewu(Kabupaten Pringsewu,Lampung), kota Metro, bahkan ada yang di Bawa Ke Palembang,”ucap Muji(45)warga setempat, saat di tanya kemana padi hasil panen masyarakat itu akan di bawa?.
Saat musim panen seperti ini terang Muji, biasanya Petani tidak lagi membawa hasil panen pulang kerumah, tapi petani memilih menjual padi di lahan kepada “toke”dengan kisaran harga Rp.6000-6.300/kilogram, dan hanya menyisakan untuk kebutuhan pangan dirumah,”kalu harga jual gabah tergantung kwalitas padi ya,”ujarnya singkat.
Namun timpalnya, dari harga Padi tersebut petani belum terima harga bersih karena,menurutnya, petani masih terkena ongkos ojek untuk mengeluarkan(lasir) hasil panen dari lahan ke jalan untuk bias di muat oleh mobil angkutan,”biasanya ongkos jasa ojek Rp.8000/karung,”ujarnya.
Untuk di ketahui, Kecamatan Mesuji Timur dengan potensi Sumber Daya Alam(SDA) yang di miliki, mayoritas lahan persawahan menjadi salah satu Kecamatan dari Tiga Kecamatan di Kabupaten Mesuji antara lain, Kecamatan Mesuji dan Rawa Jitu Utara, menjadi penghasil padi terbanyak, sayangnya potensi ini belum terkelola dengan baik, sehingga gabah mesuji masih banyak yang di bawa keluar daerah, yang di di kelola oleh perusahaan beras untuk di kelola menjadi beras kemasan berbagai merek dagang, yang “dimungkinkan” di kembalikan ke pasaran tidak terkecuali pasar di Kabupaten Mesuji dengan harga relatif lebih baik.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik(BPS) Kabupaten Mesuji per Bulan September 2024, Kabupaten Mesuji menempati Peringkat ke Tiga di Provinsi Lampung penghasil Padi terbayak setelah Lampung Selatan dan Lampung Tengah.(*)
