Percepat Eliminasi TBC 2030, Puskesmas Kampung Sawah Perkuat Tracing TB Terintegrasi CKG

Beritaplus62.co.id — Upaya mempercepat eliminasi Tuberkulosis (TBC) tahun 2030 terus dilakukan UPT Puskesmas Kampung Sawah,salah satunya melalui kegiatan tracing TB paru yang terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menemukan kasus TBC secara lebih dini sekaligus menjangkau masyarakat yang memiliki risiko tertular,pelaksanaan tracing dilakukan secara langsung di tengah masyarakat dengan melibatkan berbagai unsur lintas sektor.

Wilayah kerja UPT Puskesmas Kampung Sawah mencakup 5 kelurahan, dengan total 15 lokus yang masing-masing kelurahan terdiri dari tiga lokus,setiap lokus menargetkan sekitar 100 orang sebagai sasaran skrining.

Hingga saat ini, kegiatan telah dilaksanakan di 3 lokus, masing-masing satu lokus di Kelurahan Sawah Brebes, Tanjung Agung, dan Sawah Lama,selanjutnya, masih terdapat 12 lokus yang akan dilaksanakan secara bertahap dan ditargetkan selesai hingga Oktober 2026.

Sasaran tracing tidak hanya masyarakat yang mengalami gejala, tetapi juga mereka yang memiliki riwayat kontak atau berisiko terpapar TBC, seperti kontak serumah maupun kontak erat dengan pasien TBC,masyarakat yang mengalami keluhan yang mengarah pada TBC, seperti batuk berkepanjangan, demam, penurunan berat badan atau nafsu makan, serta berkeringat pada malam hari, juga menjadi sasaran untuk mendapatkan skrining dan pemeriksaan lebih lanjut sesuai hasil penilaian petugas.

Dalam pelaksanaannya, Puskesmas Kampung Sawah melibatkan Camat, Lurah, Kepala Lingkungan, Ketua RT, kader kesehatan serta unsur masyarakat,dukungan lintas sektor ini menjadi bagian penting dalam menjangkau warga, mengidentifikasi masyarakat yang berisiko, serta mengajak mereka untuk mengikuti skrining dan pemeriksaan.

Kepala UPT Puskesmas Kampung Sawah, dr. Vera Rusmita, menjelaskan, “Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk komitmen UPT Puskesmas Kampung Sawah dalam mendukung percepatan eliminasi TBC tahun 2030. Melalui tracing yang terintegrasi dengan CKG, kami ingin menjangkau masyarakat secara lebih luas, khususnya mereka yang memiliki risiko atau riwayat kontak dengan pasien TBC, sehingga apabila ditemukan tanda atau gejala yang mengarah ke TBC dapat segera dilakukan pemeriksaan dan ditindaklanjuti”.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan eliminasi TBC membutuhkan keterlibatan bersama, tidak hanya dari tenaga kesehatan, tetapi juga pemerintah wilayah, kader dan masyarakat.

“Kami sangat mengharapkan dukungan dari lintas sektor, kader dan masyarakat. Peran mereka sangat penting untuk membantu menemukan masyarakat yang berisiko dan mengajak mereka melakukan pemeriksaan. TBC bukan sesuatu yang harus ditakuti atau distigmatisasi. Yang terpenting adalah ditemukan sedini mungkin, mendapatkan pengobatan sesuai standar, dan menyelesaikan pengobatan sampai tuntas,” tambahnya.

Melalui pelaksanaan tracing di 15 lokus pada 5 kelurahan, UPT Puskesmas Kampung Sawah berharap semakin banyak masyarakat yang berisiko dapat ditemukan dan diperiksa lebih awal. Penemuan dan penanganan secara dini diharapkan dapat membantu memutus mata rantai penularan TBC di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Bersama lintas sektor dan masyarakat, Puskesmas Kampung Sawah terus bergerak untuk menemukan, mengobati, dan mencegah penularan TBC demi mewujudkan target Eliminasi TBC 2030.

(JML)

Exit mobile version