Puskesmas Campang Raya Luncurkan Dua Inovasi Tuberkulosis, Perkuat Penemuan Kasus dan Pendampingan Pasien Hingga Sembuh

Beritaplus62.co.id – Dalam upaya mempercepat penanggulangan Tuberkulosis (TB) serta mendukung program eliminasi TB nasional, UPT Puskesmas Campang Raya meluncurkan dua inovasi unggulan yakni GEROBAK CANTIK TB (Gerakan Optimal Bersama Kader Capai Angka Temuan dengan Investigasi Kontak) dan JARI TANGAN TB (Jemput Dahak, Periksa, Tangani Sampai Sembuh Pasien TB).

Kepala UPT Puskesmas Campang Raya, dr. Afia Marlita, mengatakan bahwa kedua inovasi tersebut lahir sebagai bentuk komitmen puskesmas dalam meningkatkan penemuan kasus TB secara aktif sekaligus memastikan pasien mendapatkan pendampingan pengobatan hingga tuntas.

Menurutnya, masih terdapat tantangan dalam pengendalian TB, terutama rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan serta masih adanya pasien yang terlambat terdiagnosis atau tidak menyelesaikan pengobatan.

“Tuberkulosis masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang perlu mendapat perhatian serius,oleh karena itu, kami menghadirkan inovasi GEROBAK CANTIK TB dan JARI TANGAN TB sebagai langkah nyata untuk meningkatkan penemuan kasus secara aktif dan memastikan pasien mendapatkan pengobatan sampai sembuh,” ujar dr. Afia Marlita.

Melalui inovasi GEROBAK CANTIK TB, Puskesmas Campang Raya mengoptimalkan peran kader kesehatan di wilayah kerja untuk melakukan investigasi kontak terhadap keluarga maupun orang yang tinggal serumah dengan pasien TB,kader diberikan edukasi dan pendampingan sehingga mampu membantu petugas kesehatan menemukan suspek TB lebih dini.

Program ini juga melibatkan tokoh masyarakat, ketua RT, kader Posyandu, dan berbagai elemen masyarakat dalam melakukan pelacakan kontak erat pasien TB,dengan pendekatan jemput bola tersebut, diharapkan semakin banyak kasus TB yang dapat ditemukan lebih cepat sehingga penularan dapat dicegah.

“Peran kader sangat penting karena mereka merupakan ujung tombak di masyarakat. Melalui GEROBAK CANTIK TB, kami bergerak bersama untuk menemukan kasus secara aktif melalui investigasi kontak sehingga tidak ada penderita TB yang luput dari pemeriksaan,” jelasnya.

Sementara itu, inovasi JARI TANGAN TB difokuskan pada pelayanan yang memudahkan masyarakat dalam pemeriksaan TB,melalui program ini, petugas kesehatan melakukan penjemputan sampel dahak dari masyarakat yang diduga mengalami gejala TB untuk kemudian diperiksa di fasilitas kesehatan.

Tidak hanya sampai pada tahap pemeriksaan, pasien yang terkonfirmasi TB juga akan mendapatkan pendampingan secara berkelanjutan mulai dari pengobatan, pemantauan kepatuhan minum obat, edukasi keluarga, hingga dinyatakan sembuh.

“Melalui JARI TANGAN TB, petugas tidak menunggu pasien datang ke puskesmas. Kami hadir lebih dekat kepada masyarakat dengan menjemput dahak, melakukan pemeriksaan, memberikan penanganan, serta memastikan pasien menjalani pengobatan secara teratur hingga sembuh,” kata dr. Afia.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan pengobatan TB sangat bergantung pada kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat selama minimal enam bulan,oleh sebab itu, dukungan keluarga, kader kesehatan, dan petugas puskesmas menjadi faktor penting dalam mendampingi pasien.

Sejak mulai diterapkan, kedua inovasi tersebut telah membantu meningkatkan cakupan investigasi kontak, mempercepat penemuan suspek TB, serta meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan.

UPT Puskesmas Campang Raya berharap melalui GEROBAK CANTIK TB dan JARI TANGAN TB, angka penemuan kasus TB dapat terus meningkat, penularan penyakit dapat ditekan, dan target eliminasi Tuberkulosis di Kota Bandar Lampung dapat tercapai.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak takut memeriksakan diri apabila mengalami batuk lebih dari dua minggu, penurunan berat badan, demam berkepanjangan, atau gejala lainnya yang mengarah pada TB. Semakin cepat ditemukan, semakin besar peluang untuk sembuh dan mencegah penularan kepada orang lain,” tutup dr. Afia Marlita.

(JML)

Exit mobile version