Beritaplus62.co.id — Tenaga Kesehatan Lingkungan Puskesmas Rajabasa Indah terus melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) terhadap setiap kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang ditemukan di wilayah kerja Kecamatan Rajabasa,kegiatan ini merupakan langkah cepat untuk mengidentifikasi potensi penularan, menemukan kemungkinan adanya kasus tambahan, serta menentukan tindakan pengendalian yang tepat agar penyebaran DBD dapat segera diputus.
Penyelidikan Epidemiologi adalah kegiatan pelacakan yang dilakukan setelah ditemukan atau dilaporkannya kasus DBD. Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan wawancara dengan keluarga pasien, pemeriksaan jentik nyamuk di rumah penderita dan rumah-rumah sekitar, serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus,tujuan utama kegiatan ini adalah mengetahui potensi penyebaran DBD, mendeteksi adanya kasus lain, dan menentukan langkah penanggulangan yang sesuai untuk mencegah terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB).
Kepala Puskesmas Rajabasa Indah, dr. Sarah Prima Ayu, M.KM, mengatakan bahwa keberhasilan pengendalian DBD tidak hanya bergantung pada petugas kesehatan, tetapi juga memerlukan peran aktif seluruh masyarakat.
“Penyelidikan Epidemiologi merupakan langkah penting dalam memutus rantai penularan DBD,melalui kegiatan ini kami dapat mengetahui kondisi lingkungan sekitar kasus, memberikan edukasi secara langsung kepada masyarakat, serta segera melakukan tindakan pengendalian yang diperlukan,kami mengajak seluruh warga untuk rutin melaksanakan PSN 3M Plus dan segera melapor apabila ada anggota keluarga yang mengalami gejala DBD agar dapat ditangani sedini mungkin,” ujar dr. Sarah Prima Ayu, M.KM.
Upaya pengendalian DBD di Kota Bandar Lampung juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Bandar Lampung di bawah kepemimpinan Bunda Hj. Eva Dwiana,pemerintah Kota terus mendorong penguatan program pemberantasan DBD melalui gerakan kebersihan lingkungan, pemberdayaan kader kesehatan, edukasi kepada masyarakat, serta koordinasi lintas sektor bersama Dinas Kesehatan, puskesmas, kecamatan, dan kelurahan guna menekan angka kejadian DBD di Kota Bandar Lampung.
Puskesmas Rajabasa Indah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dengan menerapkan 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat tempat penyimpanan air, mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, serta melakukan berbagai upaya pencegahan lainnya demi mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas DBD.
(JML)












