Puskesmas Way Kandis Pastikan Pengangkutan Limbah Medis Dilakukan Sesuai Prosedur

Beritaplus62.co.id — UPT Puskesmas Way Kandis terus memastikan pengelolaan limbah medis dilakukan secara aman dan sesuai prosedur,salah satunya melalui kerja sama dengan pihak ketiga, PT Artama Sentosa Indonesia, dalam pengangkutan dan pengelolaan limbah medis yang dihasilkan dari kegiatan pelayanan kesehatan.

Kepala UPT Puskesmas Way Kandis, dr. Titin Agustin, mengatakan pengelolaan limbah medis merupakan bagian penting dalam menjaga keamanan pasien, petugas kesehatan, pengunjung, maupun masyarakat di sekitar lingkungan puskesmas.

Limbah medis yang dihasilkan dari pelayanan kesehatan terlebih dahulu dilakukan pemilahan berdasarkan jenisnya,limbah benda tajam infeksius, seperti jarum suntik, botol spuit yang pecah, maupun nal, ditempatkan di dalam safety box.

Sementara itu, limbah infeksius lainnya seperti bekas kasa perban, masker, hand scoon, pot dahak dan limbah sejenis dimasukkan ke dalam plastik sampah berwarna kuning yang telah disediakan di setiap ruangan pelayanan yang menghasilkan limbah medis.

“Pengelolaan limbah medis ini dilakukan mulai dari pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, penyimpanan, pengolahan hingga penimbunan,semua tahapan dilakukan untuk memastikan limbah medis tidak menimbulkan risiko bagi lingkungan maupun masyarakat,” ujar dr. Titin.

Menurutnya, pengelolaan limbah medis memiliki sejumlah tujuan, di antaranya melindungi pasien, petugas kesehatan, pengunjung dan masyarakat sekitar puskesmas dari risiko penyebaran infeksi serta cedera,selain itu, pengelolaan tersebut juga bertujuan memastikan bahan berbahaya dan beracun (B3) dapat dibuang dengan aman.

“Dengan pengelolaan yang baik, kami berharap lingkungan puskesmas tetap menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi masyarakat maupun petugas,” katanya.

Untuk penyimpanan sementara, UPT Puskesmas Way Kandis memiliki Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) berupa cold storage dengan kapasitas 0,318 meter kubik untuk menyimpan limbah medis infeksius,selain itu, tersedia pula sebuah kontainer yang digunakan untuk penyimpanan limbah B3.

Limbah medis tersebut dijadwalkan diangkut setiap bulan oleh PT Artama Sentosa Indonesia menggunakan armada khusus pengangkutan limbah. Setelah diangkut dari puskesmas, limbah selanjutnya dilakukan pengolahan dengan metode insinerasi (incinerasi).

Dalam setiap proses pengangkutan, jumlah limbah yang diambil juga dilakukan pencatatan dan pelaporan oleh Sanitarian Puskesmas Way Kandis melalui aplikasi Si Raja Limbah.

Dari proses pelaporan tersebut akan diterbitkan manifest elektronik yang menjadi bukti bahwa limbah medis telah diterima dan selanjutnya dikelola sesuai dengan ketentuan.

“Pencatatan melalui Si Raja Limbah juga penting sebagai bentuk tertib administrasi dan memastikan setiap limbah yang dihasilkan memiliki jejak pengelolaan yang jelas sampai dengan proses pengolahan,” pungkas dr. Titin.

(JML)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *