RSPTN Unila Target Soft Launching Sebelum Desember 2026, Empat Layanan Dasar Disiapkan

Beritaplus62.co.id – Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) Universitas Lampung (Unila) mulai memasuki tahap persiapan operasional.

Pada hari pertama bekerja, jajaran manajemen langsung melakukan pemetaan sumber daya manusia, pengecekan struktur organisasi, hingga meninjau kesiapan ruangan di seluruh gedung rumah sakit.

Direktur RSPTN Unila, dr. Yulita Tricia, MKM, mengatakan pemetaan dilakukan untuk memastikan setiap tenaga yang ada memiliki kompetensi serta tanggung jawab yang jelas sesuai struktur organisasi.

“Pertama, kami melakukan mapping tenaga-tenaga yang sudah ada. Penetapan dengan struktur organisasi. Siapa yang berkompeten dan siapa yang bertanggung jawab,” kata Yulita.

Selain melakukan rapat dan pembekalan, seluruh pegawai juga diajak berkeliling rumah sakit. Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengenali lokasi serta fungsi masing-masing ruangan yang nantinya digunakan dalam pelayanan.

Terkait peresmian, Yulita menyebut pihaknya menargetkan RSPTN Unila sudah dapat melakukan soft launching sebelum Desember 2026.

Target tersebut, kata dia, merupakan harapan dari Rektor Unila agar rumah sakit dapat segera mulai beroperasi dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Kalau merujuk pada keinginan Rektor, beliau berharap bisa sebelum Desember. Sebelum Desember kami sudah bisa melakukan setidaknya soft launching,” ujarnya.

Untuk tahap awal pelayanan, RSPTN Unila akan membuka empat layanan dasar yang menjadi pelayanan wajib rumah sakit.

Keempat layanan tersebut yakni anak, obstetri dan ginekologi (Obgyn), penyakit dalam, serta bedah.

Namun, pelayanan rumah sakit nantinya tidak hanya terbatas pada empat layanan tersebut. Yulita mengatakan, Unila memiliki banyak dokter spesialis dan tenaga akademisi yang dapat mendukung pembukaan berbagai poli lainnya.

“Karena Unila ini penuh dengan tenaga-tenaga akademisi yang hebat, kami punya banyak dokter spesialis. Kami juga akan tetap membuka poli-poli lain selain poli empat dasar itu,” jelasnya.

Sejumlah layanan spesialis yang direncanakan turut dibuka antara lain poliklinik Mata, THT, saraf, Kulit dan Kelamin, Paru, Jantung serta layanan spesialis pelayanan Penunjang lainnya secara bertahap.

Dari sisi infrastruktur, Yulita memastikan gedung RSPTN Unila telah selesai. Berdasarkan pengecekan yang dilakukan bersama seluruh pegawai, ruangan-ruangan yang ada dinilai sudah dapat berfungsi dengan baik.

“Kalau gedung sudah, alhamdulillah sudah selesai. Kalau kami keliling tadi sudah bisa berfungsi dengan bagus,” katanya.

Meski demikian, masih terdapat pekerjaan yang harus diselesaikan, terutama terkait ketersediaan peralatan medis.

Yulita mengatakan proses pengadaan alat kesehatan saat ini masih berjalan melalui tim pengadaan. Pihaknya berharap sebagian besar peralatan sudah dapat masuk pada Oktober atau November 2026.

“Untuk alat ini sedang berproses. Dari tim pengadaan sedang diproses. Mungkin diharapkan pada bulan Oktober atau November itu alat sudah bisa masuk,” ungkapnya.

Lebih jauh, Yulita menegaskan RSPTN Unila tidak hanya diarahkan menjadi fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi wahana pendidikan bagi tenaga kesehatan.

Menurutnya, keberadaan rumah sakit tersebut diharapkan mampu menggabungkan fungsi pelayanan kesehatan dengan pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.

“Harapannya, RSPTN Unila ini bisa menjadi rumah sakit yang memberikan pelayanan terbaik, serta menjadi tempat wahana pendidikan untuk tenaga kesehatan,” tuturnya.

Ia berharap RSPTN Unila nantinya dapat menjadi kebanggaan bagi Universitas Lampung sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Yang bisa membanggakan Unila dan juga membanggakan masyarakat,” pungkasnya.

(Okt/Hen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *