Beritaplus62.co.id – UPT Puskesmas Way Kandis menggelar kegiatan Pembinaan Unit Pelayanan Kesehatan Desa/Kelurahan (UPKD/K) sebagai upaya memperkuat tata kelola pelayanan kesehatan masyarakat sekaligus meningkatkan kapasitas kader Posyandu,kegiatan ini diikuti oleh kader Posyandu Kelurahan Labuhan Dalam dan bertujuan mendukung transformasi Posyandu menuju Integrasi Layanan Primer (ILP).
Dalam kegiatan tersebut, para kader mendapatkan pelatihan untuk menguasai 25 keterampilan dasar yang mencakup pelayanan Posyandu berbasis siklus hidup, mulai dari balita, remaja, ibu hamil, hingga lansia,selain itu, kader juga dibekali kemampuan dalam melakukan pemantauan tumbuh kembang, skrining kesehatan, pendataan masyarakat secara menyeluruh, konseling gizi, hingga pelayanan rujukan yang tepat.
Materi pelatihan disampaikan oleh narasumber dari UPT Puskesmas Way Kandis dengan fokus pada isu-isu kesehatan prioritas, di antaranya gizi, pencegahan dan penanganan stunting, kesehatan usia sekolah dan remaja, serta kesehatan lanjut usia (lansia).
Kepala UPT Puskesmas Way Kandis, dr. Titin Agustin, mengatakan bahwa peningkatan kapasitas kader Posyandu merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat.
“Melalui pembinaan ini, kami berharap kader Posyandu semakin kompeten dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan konsep Integrasi Layanan Primer,kader memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelayanan promotif dan preventif, sehingga kemampuan mereka dalam melakukan skrining kesehatan, edukasi, pendataan, hingga deteksi dini berbagai masalah kesehatan harus terus ditingkatkan,” ujar dr. Titin Agustin.
Ia menambahkan, keberadaan kader Posyandu yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang baik akan mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, menekan angka stunting, serta mewujudkan pelayanan kesehatan yang menjangkau seluruh kelompok usia.
Melalui kegiatan ini, UPT Puskesmas Way Kandis berharap kader Posyandu dapat menjadi mitra yang semakin profesional dalam memberikan pelayanan kesehatan di lingkungan masing-masing, sehingga masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan yang lebih optimal, berkualitas, dan berkesinambungan.
(JML)












