Beritaplus62.co.id — Program revitalisasi satuan pendidikan di Kabupaten Lampung Selatan yang seharusnya ditujukan untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana sekolah, kini menjadi sorotan. Pasalnya, muncul dugaan adanya pemotongan anggaran hingga 35 persen pada sejumlah kegiatan revitalisasi yang disebut-sebut berkaitan dengan aspirasi anggota DPR RI.
Dugaan tersebut disampaikan seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan. Menurut sumber, praktik tersebut diduga terjadi pada sejumlah sekolah jenjang TK hingga SMP, salah satunya di Kecamatan Natar, Lampung Selatan.
Sumber menyebut terdapat sedikitnya lima sekolah yang menerima kegiatan revitalisasi dengan nilai anggaran mencapai miliaran rupiah.
Di antaranya SDN 01 Kalisari dengan nilai Rp1.177.049.876, SDN 02 Kalisari sebesar Rp1.238.102.364, SMP Harapan Sukabandung Rp642.564.000, TK Bintang Mandiri Rp490.448.000, serta TK Eka Rahmat Aulia sebesar Rp253.668.000.
Jika seluruh nilai tersebut dijumlahkan, anggaran yang disebutkan sumber mencapai sekitar Rp3,80 miliar.
Sumber menduga adanya pemotongan hingga sekitar 35 persen dari nilai kegiatan. Namun, besaran tersebut masih berupa dugaan dan perlu dibuktikan melalui dokumen anggaran, rekening transaksi, kontrak, laporan pertanggungjawaban, serta pemeriksaan pihak berwenang.
“Sekolah hanya menerima kunci. Setelah uang masuk rekening sekolah, kemudian ditarik dan diberikan kepada orang yang dipercaya anggota DPR RI. Setelah itu mereka yang mengelola sampai sekolah menerima kunci,” ujar sumber.
Keterangan tersebut mengarah pada dugaan bahwa pihak sekolah tidak sepenuhnya mengelola pelaksanaan kegiatan revitalisasi, meski dana disebut masuk melalui rekening sekolah.
Penelusuran di sejumlah lokasi yang disebut sumber juga dilakukan. Namun, kepala sekolah belum berhasil ditemui untuk memberikan keterangan terkait mekanisme pencairan dana, pengelolaan pekerjaan, maupun pihak yang mengerjakan kegiatan revitalisasi.
Sementara itu, seorang guru yang ditemui mengaku mengetahui adanya mekanisme sebagaimana disampaikan sumber. Namun, keterangan tersebut masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada kepala sekolah, pengelola kegiatan, serta pihak terkait lainnya.
Di Lampung Selatan, program revitalisasi pendidikan juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Pada Agustus 2026, Pemkab Lampung Selatan menyebut terdapat 123 satuan pendidikan yang menjadi sasaran revitalisasi, terdiri dari 41 SD, 31 SMP, serta 51 lembaga PAUD dan PKBM. Kepala Dinas Pendidikan Lampung Selatan saat itu menyatakan program telah berjalan dan meminta masyarakat, komite sekolah, serta tenaga pendidik ikut melakukan pengawasan.
Dengan besarnya nilai anggaran yang disebutkan, dugaan pemotongan dan mekanisme pengelolaan dana tersebut penting untuk mendapat penjelasan dari pihak-pihak terkait.
Sementara salah satu tenaga ahli anggota DPR RI Ruby Chairani yang bernama Harjuno membenarkan bahwa beberapa sekolah yang mendapat revitalisasi di kecamatan Natar merupakan aspirasi milik Ruby. Namun pihaknya membantah jika kegiatan tersebut dikendalikan oleh timnya .
Sementara beberapa sekolah lainnya masih belum dapat dikonfirmasi.
(Yud/Mil).
